Daftar Pinjaman Dana Syariah

Daftar Pinjaman Dana Syariah

Ada beberapa Daftar Pinjaman Dana Syariah yang bisa anda perhitungkan untuk bisa memperoleh dana tunai dalam waktu cepat. Untuk lebih lengkapnya, mungkin ada baiknya jika anda menyimak artikel ini sampai tuntas.

Nah, pada saat anda mencari jenis pinjaman tanpa bunga, maka pinjaman syariah bisa menjadi pilihan terbaik yang bisa anda ambil.

Seperti yang kita ketahui, tidak sedikit orang yang menganggap penyertaan bunga pada pinjaman konvensional sebagai bentuk riba yang harusnya dihindari oleh umat Muslim. Pada poin ini, pinjaman syariah bisa menjadi solusi paling sederhana.

Dalam hal ini, pinjaman syariah tidak menerapkan sistem bunga, namun lebih pada sistem jual beli atau bagi hasil yang dianggap tidak melanggar aturan syariah Islam.

Dengan begitu, pendapatan yang diperoleh bank atau lembaga keuangan non bank yang memberikan pinjaman, berasal dari margin transaksi jual beli dari usaha yang dijalankan peminjam.

Sebagai contoh, anda akan meminjam uang sebesar Rp 10 juta untuk membeli motor, maka kreditur syariah akan membeli motor tersebut terlebih dahulu, selanjutnya akan dijual pada anda dengan mengambil margin sebesar jumlah yang disepakati.

Daftar Pinjaman Dana Syariah

Penasaran dengan jenis pinjaman syariah yang bisa dijadikan alternatif? Setidaknya kami sudah merangkum empat produk pinjaman tanpa bunga, baik itu dari pihak bank ataupun leasing non bank.

1. Kredit Tanpa Agunan (KTA) Syariah

KTA syariah merupakan produk perbankan dengan memberikan pinjaman tanpa jaminan yang menggunakan sistem syariah. Contoh yang paling umum ialah KTA Mandiri Syariah dan KTA BRI Syariah.

Meski tanpa agunan, KTA memberikan penawaran plafon pinjaman yang lumayan tinggi, yakni hingga di atas Rp 100 juta, tentu dengan tenor yang berbeda.

Berbeda dengan KTA konvensional, KTA Syariah mewajibkan nasabah untuk membuat surat pernyataan terkait tujuan penggunaan dana pinjaman.

2. Pegadaian Syariah

Tidak jauh berbeda dengan pegadaian konvensional, Pegadaian Syariah sama-sama menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang.

Anda yang ingin menggadaikan barang untuk meminjam dana, hanya perlu datang ke kantor pegdaian serta menyerahkan barang jaminan. Proses sangat mudah dan tidak memakan waktu lama.

Dalam hal ini, pegadaian syariah menerapkan sistem transaksi berbeda dengan konvensional. Tidak ada keuntungan dalam bentuk bunga ataupun bagi hasil, namun berupa upah jasa pemeliharaan barang jaminan.

3. Pinjaman Syariah Online

Untuk saat ini, banyak lembaga keuangan yang sudah menawarkan pinjaman online dengan basis syariah. Sebagai pengganti bunga, produk ini menggunakan sistem murabahah dan ijarah.

Sistem murabahah menerapkan akan jual beli, dan sistem ijarah menerapkan akan sewa. Sehingga untung yang diperoleh kreditur berupa biaya sewa atau manfaat dari jasa yang sudah digunakan.

4. Kartu Kredit Syariah

Beberapa pihak bank mulai menerbitkan yang namanya kartu kredit syariah pasca Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) mengeluarkan fatwa tentang penggunaan kartu kredit. Akan tetapi, fatwa tersebut DSN tidak menggunakan istilah kartu kredit, namun syariah card.

Salah satu contohnya ialah iB Hasanah Card yang diterbitkan oleh BNI Syariah dan Kartu Syariah Gold dari CIMB Niaga Syariah.

Akad yang digunakan pada kartu kredit syariah menerapkan akan ijarah yakni dengan menetapkab biaya iuran keanggotaan (rusum al-‘udhwiyah). Selain itu, adapula akan kafalah dan qardh.

Untung Dan Rugi Dari Pinjaman Syariah

Dengan tidak diterapkannya penyertaan bunga, maka pihak peminjam tidak harus cemas akan terjerat riba. Baik bank syariah atapun lembaga non bank syariah, juga diawasi oleh OJK, BI, dan DSN, sehingga tidak perlu takut pengajuan pinjaman melanggar hukum negara ataupun agama.

Pinjaman jenis ini menyalurkan keuntungan yang diperoleh untuk membayar zakat sebesar 2,5 persen. Terlebih lagi, pinjaman KTA Syariah menerapkan pembagian risiko.

Dalam hal ini, berarti pihak pemberi pinjaman ikut menanggung sebagian risiko yang bisa saja dialami olej peminjam. Sebagai contoh ketika bisa yang dijalami berakhir gagal, maka kerugian yang dialami juga akan ditanggung oleh bank atau pihak pemberi pinjaman.

Bagaimana? Apa salah satu produk pinjaman syariah diatas ada yang menarik? Tentu semua keputusan ada ditangan anda. Tentu semua jenis pinjaman tidak lepas dari risiko ataupun sejenisnya.

Jika masih kurang paham, atau ingin melakukan perbandingan tentang pinjaman syariah. Anda bisa menghubungi kami melalui kontak yang sudah disediakan.

Open chat
Hallo,, Ada yang bisa kami bantu?